4. Fenomena Wanita Haid Membaca Al-Qur’an
Di antara hal yang tidak boleh dilakukan wanita haid adalah membaca Al-Qur'an. Dan ini pendapat yang kuat dalam Madzhab Syafi'i. Namun dihikayahkan oleh Ulama Khurosan bahwasanya Imam al-Syafi‘i memiliki pendapat terdahulu (Qoul Qodim) yang membolehkan wanita haid membaca Al-Qur’an. Kebolehan ini bisa berlaku bagi wanita pengajar Al-Qur’an, karena kebutuhan pekerjaan atau umum bagi seluruh wanita yang khawatir lupa hafalannya. Wanita nifas, dalam pendapat kedua ini, dihukumi sama dengan wanita yang sedang haid. Jika yang dipilih adalah pendapat kedua, maka wanita haid boleh membaca Al-Qur’an tanpa batasan (sedikit atau banyak) jika dengan alasan khawatir lupa atau untuk menjaga hafalannya, karena tidak ada batasan yang jelas terkait kadar potensi lupa. الغاية في اختصار النهاية لعز الدين عبد العزيز بن عبد السلام السلمي (ت ٦٦٠ هـ)/ 1/299 ويحرمُ على الجنب والحائض قراءته، أو قراءة شيء منه، ولو بعضَ آية. وإنْ بسمل أو حمدل ناويًا للتلاوة حرم. وإنْ (١) نوى التبرُّك، أو أ...