Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

10. Hukum Keputihan

Gambar
Dalam kitab Fathul Mu’in, cairan keputihan dikenal dengan Cairan Farji ( Ruthubah Farji ), dan cairan tersebut memiliki beberapa rincian sebagai berikut : 1. Berstatus   suci, cairan yang keluar dari area yang wajib dibasuh ketika istinja (area luar) 2. ⁠Berstatus Najis, cairan yang keluar dari area yang tidak dijangkau kelamin lelaki (area dalam) 3. ⁠terjadi khilaf yakni berstatus suci menurut Imam Ibnu Hajar sedangkan menurutu Imam Ramli berstatus Najis, ialah cairan yang keluar dari area tidak wajib dibasuh ketika istinja tapi dijangkau kelamin laki-laki (area perbatasan) فتح المعين ورطوبة فرج أي: قبل على الأصح وهي ماء أبيض متردد بين المذي والعرق يخرج من باطن الفرج الذي لا يجب غسله بخلاف ما يخرج مما يجب غسله فإنه طاهر قطعا وما يخرج من وراء باطن الفرج فإنه نجس قطعا ككل خارج من الباطن وكالماء الخارج مع الولد أو قبله ولا فرق بين انفصالها وعدمه على المعتمد . قال بعضهم: الفرق بين الرطوبة الطاهرة والنجسة الاتصال والانفصال فلو انفصلت ففي الكفاية عن الإمام أنها نجسة . ولا يجب غسل ...

9. Gumoh (jawa), Muntahan bayi.

Gambar
Untuk hal ini ada dua pembahasan yakni status gumoh dan benda atau anggota tubuh yang terkena gumoh, berikut rinciannya : 1. Menurut Imam Ibnu Hajar, dihukumi  ma'fu   (tidak perlu disucikan) puting ibu menyusui bayi yang sering muntah, berbeda ketika   gumoh   tersebut mengenai selain puting, semisal mengenai hidung ketika dicium atau tangan ketika menyentuh bayi. 2. Menurut Imam Ibnu Sholah, semua benda yang bersentuhan dengan mulut bayi dihukumi   ma’fu , meskipun pada mulut baayi tersebut diyakini Najis, (bekas   gumoh ). 3. Sedangkan Status muntahan bayi ( Gumoh ) terjadi perbedaan pendapat : Menurut Ibnu Hajar berstatus Najis, apabila ASI yang dimuntahkan telah sampai pencernaan dan menurut Imam Ramli, Najis jika telah sampai pada makhrojnya huruf ha’ ( حاء ) (melewati perut) فتح المعين (ولا يجب اجتناب النجس كروث وبول -إلى أن قال- وقيء معدة) وإن لم يتغير وهو الراجع بعد الوصول للمعدة ولو ماء أما الراجع قبل الوصول إليها يقينا أو احتمالا فلايكون نجسا ولا...

8. Telur ayam tudak perlu dicuci dulu sebelum direbus/ masuk kulkas

Gambar
Secara Fiqh, telur yang baru keluar dari hewan hukumnya suci meskipun keluarnya disertai cairan dan cairan tersebut juga dihukumi suci. Artinya tidak ada kewajiban membasuh atau mencuci terlebih dahulu sebelum memasaknya, bahkan menurut sebagian Ulama menyatakan bahwasanya tradisi mencuci telur sebelum direbus ialah bid’ah atau rekayasa syariat yang sebaiknya dihindari. Kecuali dalam telur tersebut nyata-nyata terdapat najis, semisal ada bekas kotoran ayam atau kotoran hewan lain diluar cangkang telur, maka kotoran tersebut hukumnya najis dan harus dibersihkan sebelum telur direbus. حواشى الشرواني الجزء الأول ص: 91 فائدة لايجب غسل البيضة والولد إذا خرجا من الفرج وظاهر أن محله إذا لم يكن معها رطوبة نجسة انتهى روض وشرحه اهـ ع ش إعانة الطالبين - (ج 1 / ص 104) وعبارة الروض وشرحه: والبيض المأخوذ من حيوان طاهر ولو من غير مأكول، وكذا المأخوذ من ميتة إن تصلب، وبزر قز، ومني غير الكلب والخنزير، طاهرة.وخرج بما ذكر بيض الميتة غير المتصلب ومني الكلب وما بعده، وشمل إطلاقه البيض إذا استحال دم...

7. Telur Ayam Ada Bercak Darahnya

Gambar
  Secara Fiqh, Bintik tau bercak darah yang terdapat pada telur ada 2 macam : 1. Darah sebagai tanda bahwasanya telur sudah mulai mengalami pemembusukan, semisal ketika telur diproses untuk menetas, namun gagal menetas di hari ke 5 atau lebih, sehingga keluar tanda garis merah/darah, (telur pedot dalam bahasa jawa), maka hukum darah tersebut najis dan telur otomatis juga ikut najis karena telur merupakan jenis benda cair dan hukum mengkonsumsi ataupun menjualnya tidak boleh, karena dinilai sebagai barang najis. Termasuk dalam contoh ini ialah darah yang muncul pada telur ayam australi (ayam khusus petelur) yang tidak ada potensi menetas. 2. Darah sebagai tanda terjadinya perkembangbiakan pada telur menuju fase penetasan, semisal telur diproses untuk menetas dan tidak mengalami kegagalan (darah tidak pedot dalam bahasa jawa), sehingga ketika terus dibiarkan berproses, maka telur tadi akan menetas dan menjadi anak ayam atau yang lain dan hukum darah tersebut ialah suci begitu jug...

6. Membalik Lembaran Mushaf/ al-Qur'an Bagi Orang Yang Hadas

Gambar
Tidak Masalah (Boleh),  Seseorang Yang Sedang Hadas (Tidak Suci) membalik lembaran-lembaran kertas dalam Al-Quran dengan 2 Syarat: 1. Lembaran tidak terpisah dari Al-Qur'an  2. Membaliknya Menggunakan Alat Bantu Pulpen, batang kayu atau yang lain. فتح المعين لا قلب ورقه بعود إذا لم ينفصل عليه اعانة الطالين (قوله: لا قلب ورقه بعود) أي لا يحرم قلب ورقه بعود، لأنه ليس حملا ولا في معناه. وقوله: إذا لم ينفصل - أي الورق - عليه، أي على العود. قال العلامة الكردي: الذي يظهر من كلامهم أن الورقة المثبتة لا يضر قلبها بنحو العود مطلقا، وغير المثبتة لا يضر قلبها إلا إن انفصلت على العود عن المصحف. اه.

5. Sunnah Berwudlu' Bagi Perempuan Haid

Gambar
Dalam Fathul Mu'in dijelaskan bahwa disunnahkan bagi orang yang junub, wanita yang haid dan wanita yang nifas dengan catatan setelah terputusnya darah keduanya (haid/nifas) untuk mencuci kemaluan dan berwudu (sebelum) tidur, makan, dan minum. Dan dimakruhkan melakukan sesuatu (aktivitas) dari yang demikian itu tanpa berwudu. Untuk Niat Wudlu'nya Ialah bisa mengunakan niat sebagaimana biasanya yakni Niat menghilangkan hadast kecil atau boleh dengan niat melakukan sunnahnya wudlu Untuk Melakukan Makan atau Tidur. Nb : Kesunnahan Wudlu Bagi Perempuan Haidl/Nifas Khusus Bagi yang darahnya sudah mampet namun belum sempat mandi Besar. Sedangkan bagi yang darahnya masih belum mampet, maka haram hukumnya berwudlu karena termasuk ngawur dalam beribadah.(التلاعب بالعبادة الفاسدة) فتح المعين فرع يسن لجنب وحائض ونفساء بعد انقطاع دمهما غسل فرج ووضوء لنوم وأكل وشرب ويكره فعل شيء من ذلك بلا وضوء اعانة الطالبين. (قوله: غسل فرج) نائب فاعل يسن. وقوله: ووضوء أي إن وجد الماء، وإلا تيمم. وهذا الوضو...