12. Darah Nyamuk, Kutu, Bisul dll dihukumi ma’fu ketika Sholat.
Dihukumi Ma’fu, darah dari hewan sejenis kutu, yakni darah dari jenis hewan
yang darahnya tidak mengalir seperti nyamuk dan kutu, namun tidak hukumi ma’fu
kulit atau bangkai hewan tersebut. Juga dihukumi Ma’fu darah dari bisul seperti
jerawat ataupun luka, begitu juga nanah baik yang bening atau tidak.
Syarat darah tersebut diatas dihukumi ma’fu ialah :
1.
Darahnya sedikit baik keluarnya disengaja ataupun tidak
2.
Darah tersebut banyak dengan syarat keluarnya
tidak disengaja dan berada pada badan atau pakaian yang dibutuhkan untuk sholat.
Apabila munculnya darah tersebut disengaja, semisal dia membunuh kutu di
pakaiannya, atau memeras bisul atau membawa pakaian yang ada darah kutu, lalu dia
shalat dengan keadaan tersebut atau membentangkannya dan shalat di atasnya,
atau darah tersebut berada pada benda yang bukan atau melebihi kadar kebutuhan pakaian
yang dikenakan tanpa tujuan atau kebutuhan semisal kedinginan, melakukan
kesunnahan atau yang lain, maka hukumnya Khilaf yakni :
1.
Menurut pendapat yang lebih shahih - seperti dalam
kitab al-Tahqiq dan al-Majmu' tidak Ma’fu kecuali darah tersebut kadarnya sedikit.
2.
Tetap dihukumi Ma’fu meskipun banyak sebagaimana redaksi dalam kitab al-Rawdah dan
didukung oleh Ibn al-Naqib dan al-Adhra'i.
فتح المعين - (ج 1 / ص
119)
(ويعفى عن دم
نحو برغوث) مما لا نفس له سائلة كبعوض وقمل، لا عن جلده. (و) دم نحو (دمل) كبثرة
وجرح، وعن قيحه وصديده، (وإن كثر) الدم فيهما وانتشر بعرق، أو فحش الاول بحيث طبق
الثوب - على النقول المعتمدة - (بغير فعله) فإن كثر بفعله قصدا، كأن قتل نحو برغوث
في ثوبه، أو عصر نحو دمل أو حمل ثوبا فيه دم براغيث مثلا، وصلى فيه أو فرشه وصلى
عليه، أو زاد على ملبوسه لا لغرض كتجمل، فلا يعفى إلا عن القليل على الاصح - كما
في التحقيق والمجموع - وإن اقتضى كلام الروضة العفو عن كثير دم نحو الدمل وإن عصر.
اعتمده ابن النقيب والاذرعي.

Komentar
Posting Komentar