11. Membaca Kalimat يغور, dibaca takhfif (sukun), atau Tasydid pada Huruf و (Wawu).
Kalimat dalam kitab fathul mu’in dengan redaksi,
لو اصاب الأرض نحو بول وجفّ فصبّ على موضعه ماء فغمره طهر,
ولو لم ينضب أي يغور
Hasil diskusi menyatakan
bahwa lafadz يغور,
bisa dibaca يَغُوْرُ
dengan membaca sukun huruf wawu, hal ini mempertimbangkan keadaan I’rab Lafadz ينضب sebelum
kemasukan amil Jazim, yakni dibaca Rafa’, sehingga lafadz يَغُوْر yang
merupakan tafsiran dari lafadz ينضب, juga dibaca rafa’, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Hasyiah
Ianatut thalibin dan beberapa tahqiqan Fathul Muin yang lain.
Namun tidak
menutup kemungkinan, lafadz يغور
bisa juga dibaca يُغَوِّرْ ,
dengan membaca Tasydid huruf wawu, memandang I’rab lafadz ينضب ketika
sudah kemasukan Amil Jazim. Analisa kedua ini didukung oleh kamus Arab Ma’any
yang menerangkan bahwasanya Makan lafadz يُغَوِّرْ dengan dibaca tasyddi, sama dengan
maknanya lafadz يَغُوْر,
dan secara teori I’rab atau Nahwu Shorof, hal ini sudah sesuai yakni, lafadz يُغَوِّر I’rabnya
mengikuti lafadz ينضب
yang secara susunan kalimat (siyaqul kalam) terbaca Jazm.
إعانة الطالبين - (ج 1 /
ص 115)
وقوله - أي يغور - تفسير
له قبل دخول الجازم، وإلا لقال يغر بالجزم.
القموس المعني الجامع
- غَوَّرَ الْمَاءُ : ذَهَبَ فِي الأَرْضِ وَغَارَ فِيهَا
- غارَ الماءُ في الأرض: ذهب فيها وسفَل

Komentar
Posting Komentar